Mochammad Rizki Kurniawan – 125120500111031

Definisi Politik dari berbagai tokoh politik

 

Miriam Budiarjo

Politik adalah bermacam2 kegiatan dari suatu sistem politik (negara) yg menyangkut proses menentukan tujuan2 dari sistem indonesia dan melaksanakan tujuan2 itu.

 

Isjware

Politik adalah perjuangan utk memperoleh kekuasaan / teknik menjalankan kekuasaan2 / masalah2 pelaksanaan dan kontrol kekuasaan / pembentukan dan penggunaan kekuasaan

 

Sri Sumantri

Politik adalah pelembagaan dari hubungan antar manusia yg dilembagakan dalam bermacam2 badan politik baik suprastruktur politik dan infrastruktur politik

 

Aristoteles

Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama

 

Rod Hague
Politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan diantara anggota-anggotanya

Andrew Heywood
Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan, dan mengamandemen peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala komflik dan kerjasama

Carl Schmidt
Politik adalah suatu dunia yang didalamnya orang-orang lebih membuat keputusan – keputusan daripada lembaga-lembaga abstrak.

 

 

 

 

Definisi dan pengertian Ilmu politik menurut para tokoh

Roger.F.Soltau

ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari negara,tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu; hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain.

J.Barents

ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari kehidupan suatu negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat;ilmu politik mempelajari negara-negara itu melakukan tugas-tugasnya.

Miriam Budiardjo

ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari tentang perpolitikan. Politik diartikan sebagai usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang baik. Orang Yunani seperti Plato dan Aristoteles menyebutnya sebagai en dam onia atau the good life(kehidupan yang baik).

Goodin

ilmu polituk merupakan penggunaan kekuasaan sosial secara paksa. Jadi, ilmu politik dapat diartikan sebagai sifat dan sumber paksaan itu serta cara menggunakan kekuasaan social dengan paksaan tersebut.

Sri Sumantri

ilmu politik adalah pelembagaan dari hubungan antar manusia yang dilembagakan dalam bermacam-macam badan politik baik suprastruktur politik dan infrastruktur politik.

Isjware

ilmu politik adalah perjuangan untuk memperoleh kekuasaan atau teknik menjalankan kekuasaan-kekuasaan atau masalah-masalah pelaksanaan dan kontrol kekuasaan / pembentukan dan penggunaan kekuasaan.
 

Ossip K.Flechteim

ilmu polotik adalah ilmu sosial yang khusus mempelajari sifat dan tujuan dari negara sejauh negara merupakan organisasi kekuasaan,beserta sifat dan tujuan gejala-gejala kekuasaan lain yang tak resmi yang dapat mempengaruhi negara.

 

 

 

Fenomena Politik

Krisis finansial global yang berawal di Amerika Serikat dengan terguncangnya pasar modal di Wall Street, New York, rupanya berimbas juga ke Indonesia. Akibatnya, beraneka-ragam. Yang amat menarik ialah, krisis finansial itu telah mencairkan pola kekuasaan di Indonesia yang dimiliki para tokoh politik yang sekaligus juga tokoh utama bisnis. Bagaimana peta perimbangan politik yang baru, agaknya hal itu memerlukan waktu sebelum situasinya mengental. Situasi kondisi politik Indonesia maupun tingkat atas, maupun di lapisan masyarakat yang berpendapatan serba cukupan cenderung encer.

Bakrie & Brothers yang menaungi sejumlah perusahaan di bidang pertambangan, perkebunan, telekomunikasi, gas & minyak, real estat dengan tokoh utamanya Aburizal Bakrie (resminya, non-aktif karena menjabat sebagai Menko Kesejahteraan Rakyat) amat terpukul. Apa persoalan sebenarnya yang dihadapi mereka, terlalu teknis untuk diuraikan di sini.

Namun, sampai tahap tertentu Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dapat diyakinkan bahwa sebagai kekuatan nasional, kelompok perusahaan ini perlu diselamatkan. Tema “nasional” atau jelasnya “pribumi” pada saat krisis rupanya berguna dilontarkan untuk menjadi perhatian bangsa.

Akibat politiknya yang interesan ditelusuri. Kalau sebelumnya adalah rahasia umum bahwa Partai Golkar secara de facto dikuasai oleh Bung Ical (Aburizal Bakrie), karena daya mampu finansialnya yang amat hebat, maka sekarang setelah Bakrie & Brothers menghadapi persoalan serius, bobot politiknya telah berkurang. Karena itu, keterangan Firman Soebagyo, Ketua Harian Pengendalian dan Pemenangan Pemilu Pusat Partai Golkar, kepada media sungguh menarik. Dengan perumusan sopan, ia kemukakan bahwa “Dapat dipahami jika ada kawan yang menghadapi masalah”. Tapi, dia, tetap optimistis bahwa Aburizal Bakrie sebagai kader Partai Golkar akan tetap berusaha membantu pendanaan partai.

Dikabarkan, ada beberapa tokoh pemimpin partai lainnya yang langsung atau tidak langsung terimbas oleh krisis finansial, antara lain dengan anjloknya saham-saham yang mereka miliki. Mungkin karena musibah finansial itu suara tokoh-tokoh pemimpin partai itu akhir-akhir ini tidak begitu santer lagi.

Secara teoritis, perkembangan akhir-akhir ini memperkuat posisi Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Karena, posisi mereka masing-masing di puncak piramida birokrasi dan struktur kekuasaan, mereka dapat dikatakan berada di atas angin. Terutama, Jusuf Kalla boleh merasa beruntung, karena dengan goyahnya landasan finansial Aburizal Bakrie, maka posisinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar menjadi mantap.

Memang ada beberapa tokoh pemimpin potensial di jajaran Golkar, seperti Agung Laksono (Ketua DPR) dan Akbar Tanjung. Namun, mereka agaknya berambisi sampai calon wakil presiden saja. Di sini, kemungkinan akan timbul persoalan bagi Jusuf Kalla nantinya. Kalau dia menyatakan bersedia sekali lagi sebagai calon wakil presiden bersama Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden pada pencalonan 2009, bagaimana reaksi intern partai Golkar? Suara-suara yang menggerutu, kenapa sebagai partai besar, lebih besar dari Partai Demokrat, yang menjadi landasan politik SBY, Jusuf Kalla hanya berani tampil sebagai calon wapres, sudah mulai terdengar.

 

Namun, jelas kiranya, menjelang akhir November 2008 ini, calon-calon presiden yang secara realistis, masih merupakan faktor politik yang konkret hanya dua tokoh : Soesilo Bambang Yudhoyono, sekarang masih Presiden RI, dan Megawati Soekarno putri, mantan presiden, sekarang Ketua Umum PDI Perjuangan.

Dalam kerangka situasi masa kini, apakah pernyataan Sultan Hamengku Buwono X dari Yogyakarta, bahwa dia siap dan bersedia dicalonkan sebagai presiden dapat dianggap sebagai perkembangan yang relevan? Sultan tampil di hadapan rakyatnya di alun-alun depan kraton pada 28 Oktober lalu dalam sebuah ritual yang disebut “Pisowanan Ageng”, dan menyatakan kesediaannya. Saya teringat akan cerita ayahnya, Hamengku Buwono IX, bagaimana pada saat saat penting dan genting dalam hidupnya beliau menerima “bisikan gaib”. “Percaya atau tidak, terserah Anda, Saya ini didikan Barat, tapi saya mengalaminya dan saya patuh”, demikian Sultan Hamengku Buwono IX. Mungkin saja HB X menerima “bisikan gaib” dan menurut salah seorang teman yang hadir, hari itu hujan tidak jadi turun sehingga rapat umum berlangsung lancar. Namun, dorongan gaib itu janganlah membuat HB X bersikap pasif. Dia harus kembangkan tekad, visi, organisasi, dan program konkret untuk berperan sebagai calon presiden yang serius.

Undang-Undang Pemilihan Presiden 2008 memang merupakan persyaratan yang berat : partai atau gabungan partai hanya dapat mengajukan pasangan kandidat jika memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah secara nasional.

Ada beberapa cara untuk mengatasinya. Pertama, krisis finansial dunia yang juga berimbas ke Indonesia telah mencairkan peta politik. Jangan terima begitu saja asumsi-asumsi politik yang dikemukakan para pakar. Kedua, kalau HB X memang serius mencalonkan diri sebagai presiden, maka terapkanlah organisasi kampanye Barack Obama. Ia telah memaksimalkan daya mampu teknologi informasi dengan mengerahkan beratus ribu tenaga sukarelawan. Tentunya, penerapannya perlu disesuaikan dengan kondisi budaya Indonesia.

Dalam waktu beberapa bulan ini, HB X harus menyusun melalui teknologi informasi, barisan pendukung yang lintas generasi, lintas tingkat pendapatan atau tingkat sosial, dan lintas partai. Bagaimana nantinya, sampai ada partai atau gabungan partai mendukung pencalonannya sesuai persyaratan undang-undang akan amat tergantung sampai di mana beliau berhasil menyusun suatu kekuatan konkrit di masyarakat. Juga penting untuk dipertimbangkan, jika HB X memang serius menjadi calon presiden RI untuk minta bantuan sejumlah kecil para pakar ulung di beberapa bidang yang urgen : mengatasi kemiskinan, kepastian hukum untuk menjamin pluralisme, sistem finansial dan perbankan yang sehat, perbaikan infrastruktur. Tim pakar inilah bertugas untuk menyusun bahan-bahan secara cepat dan padat selama kampanye kepada calon presiden HB X.

HB X tidak usah segan-segan dalam kampanyenya menunjuk pada beberapa kelemahan fatal pada kepemimpinan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono sehingga banyak persoalan yang dihadapi negara dan bangsa sekarang sebenarnya tidak usah terjadi.Kalau Hamengku Buwono X memang “all out” dalam perjuangannya merebut kursi Presiden RI tahun 2009, maka dapat diperkirakan dinamika politik Indonesia tahun depan akan berlangsung secara kritis dan kreatif produktif.

 

Kesimpulan

Menurut definisi saya politik adalah cara bagaimana untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan, dan semua hal yg berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintahaan. Dari semua konsep dasar politik dan konsep dasar ilmu politik dari berbagai pemikir-pemikir handal yg ada diseluruh dunia maupun dari indonesia bisa dapat kita simpulkan bahwa semua konsep itu berbeda dari cara yang sangat kejam dan keji sampai cara yg bijak untuk mengatur penyelenggaraan negara dan pemerintahannya. Banyak pemimpin-pemimpin dunia menerapkan konsep-konsep dari para pemikir dahulunya, apapun konsep-konsep yg di anut oleh negara atau pemimpinnya itu semata-mata hanya ingin memajukan negara dan mensejahterakan warga negara nya.

 

Categories: Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: