DIYAH NUR SYAMSUDIN – 12512050111101 tugas 2

A.Definisi atau Konsep Suatu Negara

Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent.bisa juga disebut negara adalah susunan masyarakat yang integral ( kesatuan ) antara semua golongan dan bagian dari seluruh anggota masyarakat (persatuan masyarakat organis).

Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.

Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada,atau Negara adalah suatu organisasi di antara kelompok atau beberapa kelompok manusia yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu dengan mengakui adanya suatu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia itu.negara juga merupakan integrasi kekuasaan politik, organisasi pokok kekuatan politik, agency (alat) masyarakat yang memegang kekuasaan mengatur hubungan antarmanusia dalam masyarakat dan menertibkan gejala kekuasaan di dalamnya. Dengan demikian negara mengintegrasikan dan membimbing berbagai kegiatan sosial penduduknya ke arah tujuan bersama.

B.Asal Mula Terbentuknya Negara Menurut Filosof

1.Aristoteles

manusia disebut oleh Hobbes sebagai Homo Homini Lupus atau artinya mengandung sifat ganas. Maka apabila manusia dibiarkan berbuat sekehendak hatinya akan terjadi perang atau pergulatan manusia yang satu melawan manusia lainnya atau Bellum omnum Contra Omnes.

Agar tercipta suatu keteraturan maka diperlukanlah suatu negara. Negara adalah organisasi tertinggi pada tiap-tiap kelompok masyarakat, yang pada umumnya merupakan suatu bangsa yang turun temurun mendiami wilayah tertentu atau terdiri dari beberapa suku bangsa yang bergabung sebagai suatu bangsa.

Syarat Berdirinya Negara
Dalam Konvensi Montevideo pada tahun 1993 menetapkan unsur-unsur atau syarat berdirinya suatu negara, yaitu:
1.a permanent population;
2.a defined territory;
3.a government;
4.a capacity to enter into relations with other states.

Maksudnya adalah bisa dikatakan suatu negara jika telah memiliki populasi penduduk yang jelas dan bukan hanya penduduk non maden. Kepemilikan wilayah yang jelas, memiliki pemerintahan yang sah, dan ada tidaknya pengakuan internasional atau pengakuan dari negara-negara lain sebagai suatu negara yang berdaulat baik pemerintahannya maupun sistem hukumnya dan mengadakan hubungan pada tingkat yangs sederajat dengan negara-negara lainnya.

2. Karl Mark

Berpandangan bahwa negara timbul karena kekuasaan. Menurutnya, sebelum negara ada di dunia ini telah terdapat masyarakat komunis purba. Buktinya pada masa itu belum dikenal hak milik pribadi. Semua alat produksi menjadi milik seluruh masyarakat. Adanya hak milik pribadi memecah masyarakat menjadi dua kelas yang bertentangan, yaitu kelas masyarakat pemilik alat-alat produksi dan yang bukan pemilik. Kelas yang pertama tidak merasa aman dengan kelebihan yang dimilikinya dalam bidang ekonomi. Mereka memerlukan organisasi paksa yang disebut negara, untuk mempertahankan pola produksi yang telah memberikan posisi istimewa kepada mereka dan untuk melanggengkan pemilikan atas alat-alat produksi tersebut.

3.Agustinus dan Thomas Aquino

menganggap bahwa negara (kerajaan) yang ada di dunia ini adalah ciptaan iblis (Civitate Diaboli), sedangkan Kerajaan Tuhan (Civitate Dei) berada di alam akhirat. Gereja dianggap sebagai bayangan Civitate Dei yang akan mengarahkan hukum buatan manusia kepada azas-azas Kristen yang abadi. Sedangkan Thomas Aquino berpendapat bahwa negara merupakan lembaga alamiah yang lahir karena kebutuhan sosial manusia. Negara adalah lembaga yang bertujuan menjamin ketertiban dalam kehidupan masyarakat, penyelenggara kepentingan umum, dan penjelmaan yang tidak sempurna dari kehendak masyarakatnya.

C.Kesimpulan

Dari semua definisi – definisi yang ada saya dapat menyimpulkan bahwa negara itu seperti sebuah organisasi atau perkumpulan dari satu individu,membentuk kelompok kecil hingga membentuk kelompok besar.Dimana pada akirnya suatu kelompok besar itu supaya menjadi kelompok yang baik dan maju harus memiliki suatu ketua yang menjadi cermin dari kumpulan individu – individu yang lain.

Tetapi saya kurang setuju mengenai pendapat Agustinus dan Thomas Aquino yang menganggap negara itu adalah cipaan iblis.Karena menurut saya mungkin iblis pun mempunyai negara atau pemerintahan.

Jadi anggapan saya.kita sudah mempunyai negara yang merdeka di akui negara – negara lain.Sehingga marilah kita merawat dan meningkatkan terus kesejahteraan warga Negara kita.

2. Perkembangan Pemikiran Politik

  • Zaman Klasik

Perkembangan ilmu zaman Klasik, dimulai pada masa kerajaan Yunani. Peralihan dari pola pikir mitosentris yakni kepercayaaan terhadap dewa-dewa menjadi pola pikir logosentris penggunaaan ilmu dalam menggungkap rahasia alam semesta. Perubahan pola pikir ini dimulai dengan mempertanyakan apa sebenarnya asal-usul alam semesta. Oleh sebab itu beberapa ahli yang mengutarakan pendapat ini digolongkan dalam filsafat alam. Adapun tokoh-tokoh secara sistematis diurutkan sesuai dengan masanya.

1. Thales (624 – 546 SM); merupakan filosof alam pertama dan dijuluki sebagai bapak filsafat, orang yang pertama kali mempertanyakan apa sebenarnya asal-usul alam semesta. Menurut pendapatnya air sebagai asal alam semesta.

2. Anaximandros (610 – 540 SM); menyatakan alam merupakan substansi pertama yang kekal, tidak terbatas dan meliputi segalanya (apeiron). Terbentuknya alam semesta tidak sebatas anasir tertentu melainkan sebuah kesatuan primitif semua substansi.

3. Heraklitos (540 – 480 SM); ia menyatakan alam semesta bersifat dinamis dalam sebuah pernyataannya yang termansyurnya “panta rhei uden menei” yang artinya semua mengalir dan tidak ada satupun yang tinggal mantap. Pembentukan alam semesta menurutnya tidak terletak pada bahan melainkan aktor dan penyebabnya, api merupakan simbol perubahan itu. 4. Parmenides (515 – 440 SM); Realitas merupakan keseluruhan yang bersatu, tidak bergerak dan tidak berubah . Kebenaran suatu pendapat diukur dengan logika. Alam semesta menurutnya tidak bergerak, tetap diam karena alam hanya satu adapun gerak yang terlihat adalah semu. Dari pandangan ini melahirkan prinsip panteisme dalam memandang realitas.

5. Pythagoras (580 – 500 SM); kunci pemahaman tentang alam semesta terletak pada angka-angka, karena segala sesuatu adalah angka. Ia menggunakan pendekatan matematis dalam mengukur kebenaran dan akurasi sebuah ilmu. Setelah masa filsafat alam berakhir muncul masa transisi yang tidak hanya mempertanyakan segala sesuatu tentang alam semesta, tetapi telah menjurus pada penyelidikan tentang manusia. Manusia merupakan ukuran kebenaran pendapat ini diwakili oleh kaum sofis. Adapun pemikiran para filsuf ini yaitu:

1. Protagoras (481 – 401SM); manusia adalah ukuran kebenaran, tulang punggung humanisme, tidak ada ukuran yang absolut. Kebenaran bersifat subyektif dan relatif.

2. Georgias ( 483 – 375 SM); ia menyatakan 3 konsep preposisi yaitu: realitas tidak ada tidak ada yang ada, bila sesuatu itu ada ia tak akan dapat diketahui sebab indra sumber ilusi, sekalipun realitas dapat diketahui ia takkan dapat diberitahukan pada orang lain. Hal ini melahirkan prinsip nihilisme. Berakhirnya pemikiran kaum sofis membawa babak baru dalam pemikiran dikalangan kaum filsuf, muncul pemikiran kreatif dan kritis tentang manusia, suatu kebenaran yang dipandang objektif tergantung pada manusia. Pengaruh ini memunculkan pemikir-pemikir baru dalam kajiannya seperti:

1. Socrates (470 – 399 SM); ia menilai kebenaran objektif dengan menggunakan metode dialog yang bersifat praktis, terkait pengujian terhadap diri sendiri sebagai dasar penelitian dan pembahasannya dengan slogan “kenalilah dirimu sendiri”.

2. Plato (429 – 347 SM); ia menyatakan esensi mempunyai realitas, mensistesa pandangan Heraklitos dan Parmenides. Realitas terdiri dari dua lapisan empiris dan dunia akal atau ide yang bersifat abadi.

3. Aristoteles (384 – 322 SM); puncak kejayaan filsafat Yunani. Logika, Matematika dan Metafisika dipersatukan melalui analisis silogisme penggunaan logika deduktif sebagai acuan pengukuran valid tidaknya sebuah pemikiran. Aristoteles disebut sebagai bapak ilmu karena jasanya meletakkan dasar-dasar dan metode ilmiah secara sistematis.

  • Zaman Modern

filsafat Modern. Pada masa ini rasionalisme semakin kuat. Tidak gampang untuk menentukan mulai dari kapan Abad Pertengahan berhenti. Namun, dapat dikatakan bahwa Abad Pertengahan itu berakhir pada abad 15 dan 16 atau pada akhir masa Renaissance. Masa setelah Abad Pertengahan adalah masa Modern. Sekalipun, memang tidak jelas kapan berakhirnya Abad Pertengahan itu. Akan tetapi, ada hal-hal yang jelas menandai masa Modern ini, yaitu berkembang pesat berbagai kehidupan manusia Barat, khususnya dalam bidang kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan ekonomi. Usaha untuk menghidupkan kembali kebudayaan klasik YunaniRomawi. Kebudayaan ini pulalah yang diresapi oleh suasana kristiani. Di bidang Filsafat, terdapat aliran yang terus mempertahankan masa Klasik. Aliran-aliran dari Plato dan mazhab Stoa menjadi aliran-aliran yang terus dipertahankan. Pada masa Renaissance ini tidak menghasilkan karya-karya yang penting.

Satu hal yang yang menjadi perhatian pada masa Renaissance ini adalah perkembangannya. Perkembangan pada masa ini menimbulkan sebuah masa yang amat berperan di dalam dunia filsafat. Inilah yang menjadi awal dari masa modern. Timbulnya ilmu pengetahuan yang modern, berdasarkan metode eksperimental dan matematis. Segala sesuatunya, khususnya di dalam bidang ilmu pengetahuan mengutamakan logika dan empirisme. Aristotelian menguasai seluruh Abad Pertengahan ini melalui hal-hal tersebut.

Pada masa Modern terjadi perkembangan yang pesat pada bidang ekonomi. Hal ini terlihat dari kota-kota yang berkembang menjadi pusat perdagangan, pertukaran barang, kegiatan ekonomi monoter, dan perbankan. Kaum kelas menengah melakukan upaya untuk bangkit dari keterpurukan dengan mengembangkan suatu kebebasan tertentu.Kebebasan ini berkaitan dengan syarat-syarat dasar kehidupan. Segala macam barang kebutuhan bisa dibeli dengan uang. Makanisme pasar pun sudah mulai mengambil peranan penting untuk memnuntut manusia untuk rajin, cerdik, dan cerdas. Dari sudut pandang sosio-ekonomi menjelaskan bahwa individu berhadapan dengan tuntutan-tuntutan baru dan praktis yang harus dijawab berdasarkan kemampuan akal budi yang mereka miliki. Kemampuan ini tanpa harus mengacu kepada otoritas lain, entah itu dari kekuasaan gereja, tuntutan tuan tanah feodal, maupun ajaran muluk-muluk dari para filsuf.

Dari sudut pandang sejarah Filsafat Barat melihat bahwa masa modern merupakan periode dimana berbagai aliran pemikiran baru mulai bermunculan dan beradu dalam kancah pemikiran filosofis Barat. Filsafat Barat menjadi penggung perdebatan antar filsuf terkemuka. Setiap filsuf tampil dengan gaya dan argumentasinya yang khas. Argumentasi mereka pun tidak jarang yang bersifat kasar dan sini, kadang tajam dan pragmatis, ada juga yang sentimental. Sejarah filsafat pada masa modern ini dibagi ke dalam tiga zaman atau periode, yaitu: zaman Renaissans (Renaissance), zaman Pencerahan Budi (Aufklarung), dan zaman Romantik, khususnya periode Idealisme Jerman.

Ada beberapa tokoh yang menjadi perintis yang membuka jalan baru menuju perkembangan ilmiah yang modern. Mereka adalah Leonardo da Vinci (1452-1519), Nicolaus Copernicus (1473-1543), Johannes Kepler (1571-1630) dan Galileo Galilei (1564-1643). Sedangkan Francis Bacon (1561-1623) merupakan filsuf yang meletakkan dasar filosofisnya untuk perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Dia merupakan bangsawan Inggris yang terkenal dengan karyanya yang bermaksud untuk menggantikan teori Aristoteles tentang ilmu pengetahuan dengan teori baru.

Sekalipun demikian, Rene Descartes merupakan filsuf yang paling terkenal pada masa filsafat modern ini. Rene Descartes (1596-1650) diberikan gelar sebagai bapak filsafat modern. Dia adalah seorang filsuf Perancis. Descartes belajar filsafat pada Kolese yang dipimpin Pater-pater Yesuit di desa La Fleche. Descartes menulis sebuah buku yang terkenal, yaitu Discours de la method pada tahun 1637. Bukunya tersebut berisi tentang uraian tentang metode perkembangan intelektuilnya. Dia dengan lantang menyatakan bahwa tidak merasa puas dengan filsafat dan ilmu pengetahuan yang menjadi bahan pendidikannya. Dia juga menjelaskan bahwa di dalam dunia ilmiah tidak ada sesuatu pun yang dianggapnya pasti. Segala sesuatu dapat dipersoalkan dan pada kenyataannya memang dipersoalkan juga.

  • Perkembangan Politik dari Zaman Klasik ke Zaman Modern

Perkembangan dapat terlihat dari pola berfikir yang berubah.Dimana pada zaman klasik mempunyai pemikiran mitosentris yakni kepercayaaan terhadap dewa-dewa menjadi pola pikir logosentris penggunaaan ilmu dalam menggungkap rahasia alam semesta. Perubahan pola pikir ini dimulai dengan mempertanyakan apa sebenarnya asal-usul alam semesta.Sampai zaman modern yang mempunyai pola pikir menggunakan logika atau akal sehat.

Selain itu penggungkapan para ahli pun jadi semakin bertambah dan berubah – ubah.Dimana pada zaman modern mulai berkurang atau tidak adanya orang percaya akan pemikiran mitosentris.mereka menggap pemikiran itu tidak dapat di logika.selain itu politik zaman klasik dan modern pun juga berubah mereka lebih mengartikan arti politik ke berbagai macam anggapan.dan mereka melakukan politik ke bebagai kegiatan yang beragam,tetapi pada zaman klasik dulu mereka menggap politik juga hanya satu pengertian dan tujuan.

3.

A. Definisi Ilmu Politik dari Pendapat Filosof

  • Miriam Budiarjo

Menurut Miriam Budiardjo dalam buku ”Dasar-dasar Ilmu Politik”, ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang perpolitikan. Politik diartikan sebagai usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang baik. Orang Yunani seperti Plato dan Aristoteles menyebutnya sebagai en dam onia atau the good life(kehidupan yang baik. Pengambilan keputusan mengenai apakah yang menjadi tujuan dari system politik itu menyangkut seleksi antara beberapa alternative dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih itu. Untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu tentu diperlukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan dan atau alokasi dari sumber-sumber resources yang ada. Untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan itu, perlu dimiliki kekuasaan dan kewenangan, yang akan dipakai baik untuk membina kerja sama maupun untuk menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam proses ini. Cara-cara yang dipakainya dapat bersifat paksaan. Tanpa unsure paksaan kebijakan ini hanya merupakan perumusan keinginan belaka. Politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat, bukan tujuan pribadi seorang. Selain itu politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok termasuk partai politik dan kegiatan individu.

  • Andrew Haywood

Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan, dan mengamandemen peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala komflik dan kerjasama

  • Adolf Grabowsky

Ilmu politik adalah menyelidiki negara dalam keadaan bergerak.
Golongan pendefinisian institusional ini mempelajari lembaga-lembaga politik dengan negara sebagai pusat pembahasannya. Pembahasan dimulai dengan asal mula negara, hakikat negara, sejarah dan tujuan, serta bentuk-bentuk negara sampai dengan penyusunan deduksi-deduksi tentang pertumbuhan dan perkembangan negara.

  • Ramlan Surbakti

Politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat, dalam rangka proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masayarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu. Sehubungan dengan definisi yang telah dikemukakan di atas, maka kita mengenal adanya konsep-konsep dasar Ilmu Politik.

  • Sri Sumantri

ilmu politik adalah pelembagaan dari hubungan antar manusia yang dilembagakan dalam bermacam-macam badan politik baik suprastruktur politik dan infrastruktur politik.

  • Ossip K.Flechteim

Ossip K.Flechteim,ilmu polotik adalah ilmu sosial yang khusus mempelajari sifat dan tujuan dari negara sejauh negara merupakan organisasi kekuasaan,beserta sifat dan tujuan gejala-gejala kekuasaan lain yang tak resmi yang dapat mempengaruhi negara.

  • Roger.F.Saltau

Roger.F.Soltau,ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari negara,tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu; hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain.

B.Pendapat Saya

lmu politik adalah salah satu ilmu tertua dari berbagai cabang ilmu yang ada. Sejak orang mulai hidup bersama, masalah tentang pengaturan dan pengawasan dimulai. Sejak itu para pemikir politik mulai membahas masalah-masalah yang menyangkut batasan penerapan kekuasaan, hubungan antara yang memerintah serta yang diperintah, serta sistem apa yang paling baik menjamin adanya pemenuhan kebutuhan tentang pengaturan dan pengawasan.

Ilmu politik diawali dengan baik pada masa Yunani Kuno, membuat peningkatan pada masa Romawi, tidak terlalu berkembang di Zaman Pertengahan, sedikit berkembang pada Zaman Renaissance dan Penerangan, membuat beberapa perkembangan substansial pada abad 19, dan kemudian berkembang sangat pesat pada abad 20 karena ilmu politik mendapatkan karakteristik tersendiri.
Pada masa-masa berikutnya ilmu-ilmu sosial banyak memanfaatkan penemuan-penemuan dari antropologi, sosiologi, psikologi, dan ekonomi, dan dengan demikian ilmu politik dapat meningkatkan mutunya dengan banyak mengambil model dari cabang ilmu sosial lainnya. Berkat hal ini, wajah ilmu politik telah banyak berubah dan ilmu politik menjadi ilmu yang penting dipelajari untuk mengerti tentang politik.

Categories: Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: