SUTRISNO TEGUH BUDIANTO 125120500111005

Nama : Sutrisno Teguh Budianto
Kelas : A.Pol.1
NIM : 125120500111005
Judul : TUGAS 1 Pengantar Ilmu Politik

1. Socrates
1.1 Teori Politik
Metode Socrates yang berbentuk Maieutik dan mengembangkan metode induksi dan definisi. Pada sisi lain Socrates memaparkan etika yang berintikan budi yakni orang tahu tentang kehidupan dan pengetahuan yang luas. Dan pada akhirnya akan menumbuhkan rasa rasionalisme sebagai wujud teori politik Socrates.
1.2 Arti Ilmu Politik
Menurut socrates ilmu politik adalah ilmu yang membahas masalah Public good (kebaikan bersama) yakni struktur ideal serta tentang keadilan.
2. Plato
2.1 Teori Politik
Dalam teori ini yakni filsafat politik tentang keberadaan manusia di dunia terdiri dari tiga bagian yaitu, Pikiran atau akal, Semangat/keberanian dan Nafsu/keinginan berkuasa.Plato memiliki idealisme yang secara operasional meliputi : Pengertian budi yang akan menentukan tujuan dan nilai dari pada penghidupan etik, Pengertian matematik, Etika hidup manusia yaitu hidup senang dan bahagia dan bersifat intelektual dan rasional.
2.2 Arti Ilmu Politik
Menurut Plato ilmu politik adalah ilmu yang membahas tentang siapa yang memerintah dan kedudukan individu dalam lingkup kekuasaan yang dipegang.
3. Aristoteles
3.1 Teori Politik
Teori politik Aristoteles bernuansa filsafat politik yang meliputi : Filsafat teoritis, Filsafat praktek dan Filsafat produktif. Teori negara yang dinyatakan sebagai bentuk persekutuan hidup yang akrab di antara warga negara untuk menciptakan persatuan yang kukuh. Untuk itu perlu dibentuk negara kota (Polis). Asal mula negara, Negara dibentuk berawal dari persekutuan desa dan lama kelamaan membentuk polis atau negara kota. Aristoteles berpendapat sumbu kekuasaan dalam negara yaitu hukum.Oleh karena itu para penguasa harus memiliki pengetahuan dan kebajikan yang sempurna. Sedangkan warga negara adalah manusia yang masih mampu berperan.
3.2 Arti Ilmu Politik
Menurut socrates ilmu politik adalah ilmu yang membahas tentang asal dan tujuan terbentuknya negara.
4. Machiavelli
4.1 Teori politik
Menurut Machiavelli Bentuk negara meliputi negara republik dan monarkhi. Selanjutnya Monarkhi dibagi atas dua yaitu Monarkhi Warisan dan Monarkhi Baru. Penyelenggaraan kekuasaan negara membutuhkan kekuasaan, wujud kekuasaan fisik, kualitas penguasa untuk mempertahankan kekuasaan negara, maka diperlukan militer. Penguasa yang ideal yaitu penguasa militer, hal ini digambarkan dalam teori politik dan etika Machiavelli sebagai dasar nasionalisme.
5. Thomas Hobbes
5.1 Teori Politik
Thomas Hobbes mengemukakan teori politik State Of Nature yakni manusia yang satu menjadi lawan terhadap manusia lain. Keadaan ini disebut In Abstracto yang memiliki sifat; a) bersaing, b) membela diri, c) ingin dihormati. Hobbes sebagai seorang filosof ditandai dengan adanya keinginan untuk memperoleh kenikmatan hidup dalam hal materi. Oleh sebab itu dia disebut filosof yang materialistis.
6. John Locke
6.1 Teori Politik
John Locke menekankan bahwa dalam state of nature terjadi: Kebingungan, Ketidak pastian, Ketidak aturan, Tidak ada kematian. Pada sisi lain Locke mengemukakan hak-hak alamiah sebagai berikut: hak akan hidup, hak atas kebebasan dan kemerdekaan, hak memiliki sesuatu. Dalam hal bentuk negara Locke membagi atas:Monarkhi, Aristokrasi dan Demokrasi. tujuan negara yang dikehendaki Locke yaitu untuk kebaikan ummat manusia melalui kegiatan kewajiban negara memelihara dan menjamin hak-hak azasi manusia.

7. Montesquine
7.1 Teori Politik
Teori politik Trias Politika yang dikemukakan oleh Montesquieu merupakan landasan pembangunan teori demokrasi dalam sistem politik yang menekankan adanya CHEK AND BALANCE terhadap mekanisme pembangian kekuasaan. Demokrasi yang dibentuk yaitu demokrasi liberal yang masih mengalami kekurangan. Untuk memantapkan dan menyempurnakan teori demokrasi liberal maka dibutuhkan berbagai unsur-unsur demokrasi liberal untuk mengukuhkan Montesquieu sebagai pencetus demokrasi liberal.
Kesimpulan :
Dari pendapat filosof Socrates, Plato, Aristoteles, dan Machiavelli tentang teori politik diatas, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya memiliki pemikiran yang sama yaitu bersifat intelektual dan rasional, mengabdi pada kepentingan masyarakat dan negara serta mementingkan etika dan budi pekerti. Sedangkan filosof John Locke dan Thomas Hobbes mengemukakan teori poltik State of Nature yakni manusia yang satu menjadi lawan manusia lain. Filosof Montesquieu pun juga mengemukakan State of Nature yang diartikan dalam keadaan alamiah kualitas hidup manusia rendah. Selain itu Montesquieu juga memaparkan Trias Politika yang merupakan landasan pembanugnan teori demokrasi dalam sistem politik yang menekankan danya check and balance terhadap mekanisme pembagian kekuasaan.

Fenomena Politik Jokowi-Ahok

Fenomena politik kutu loncat yang dilakoni Jokowi-Ahok dan Alex-Nono dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkda) DKI, dinilai telah merusak tatanan sistem demokrasi dan tata kelola pemerintahan. Semestinya pejabat publik yang dipilih melalui proses politik menjalankan kewajiban hingga akhir masa jabatan. Praktik meninggalkan konstituen seperti yang dilakukan Jokowi – Ahok seharusnya bisa dihentikan saat pemilihan gubernur DKI Jakarta. Salah satu elemen penting dalam membangun sistem demokrasi yang sehat adalah responsibility to constituencies atau tanggung jawab terhadap pemilih dan publik. Kalau ini dibiarkan,berarti kita permisif dengan fenomena seperti ini. Fenomena lain yang sama dengan fenomena Joko Widodo dan Basuki Purnama ini adalah fenomena dimana seseorang yang setelah dua kali jadi kepala daerah, untuk periode selanjutnya memberikan kesempatan kepada istrinya menjadi kepala daerah. Sekadar diketahui, Basuki T Purnama pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur selama 7 bulan (2004-2005). Belum selesai menjadi anggota DPRD, dia ikut pemilihan bupati Belitung Timur dan terpilih. Selanjutnya, 13 bulan jadi bupati, dia kemudian maju sebagai calon gubernur provinsi Bangka Belitung. Namun tidak menang. Pada tahun 2009 lalu, dia menjadi calon anggota legislative dari Partai Golkar dan terpilih. Tapi, lagi-lagi amanah rakyat kepadanya untuk menjadi anggota Dewan selama lima tahun tidak tuntas. Dia memutuskan mundur dan maju sebagai calon wakil gubernur berpasangan dengan Joko Widodo. Sementara Joko Widodo kembali menjadi Walikota Solo setelah menangi pemilihan Walikota Solo tahun 2010 lalu. Tapi, baru dua tahun menjabat, dia sudah mengincar kursi gubernur DKI Jakarta.

Categories: Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: