Bayu Satria Utama – 125120500111027

 

 

PENGANTAR ILMU POLITIK

TUGAS 2

 

Disusun Oleh.

 BAYU SATRIA UTAMA      125120500111027

 

A.             POL 1

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

I.                Pemahaman Tentang Negara

A.     Teori dan Konsep Para ahli

Istilah Negara berasal dari bahasa Sansekerta “Negari atau Negara” yang berarti kota.  Istilah negara merupakan terjemahan dari bahasa asing, dari kata de staat (Belanda), state (Inggris), der staat (Jerman), L’Ctat (Perancis), dan Lo-stato (Italia). Istilah ini pertama kali digunakan oleh Niccolo Machiavelli pada abad ke-15 dalam buku The Prince. Istilah staat  juga berasal dari kata latin statum atau status yang artinya menempatkan dalam keadaan berdiri atau menempatkan dalam posisi berdiri.

1.      Menurut Prof. Mr. L. J. Van Apeldoorn dalam bukunya Inleiding tot de Studie Van het Nederlandse Richt, kata negara memiliki beberapa arti sebagai berikut ini.

a)      Istilah negara dalam arti penguasa yaitu orang-orang yang melakukan kekuasaan tertinggi atas persekutuan rakyat yang bertempat tinggal di suatu daerah.

b)      Istilah negara dalam arti persekutuan rakyat, yaitu suatu bangsa yang hidup dalam suatu daerah di bawah kekuasaan tertinggi, menurut kaidah-kaidah hukum yang sama.

c)      Istilah negara dalam arti wilayah tertentu, yaitu suatu daerah tertentu tempat berdiam suatu bangsa di bawah kekuasaan tertinggi.

d)     Istilah negara dalam arti kas negara atau fiscus yaitu harta yang dipegang dan dikelola oleh penguasa utnuk kepentingan umum.

 

2. Menurut beberapa ahli :

a)      Roger H. Soltau

      Negara adala alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat.

b)     Harold J. Laski

Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu.

c)Max Webber

Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan    fisik secara sah dalam suatu wilayah.

d)     Robert W. Maclver

Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh pemerintah dan bersifat memaksa.

e)      Aristoteles

Negara adalah persekutuan dari keluarga dan desa untuk mencapai kehidupan sebaik-baiknya.

f)     Hugo de Groot

Negara adalah ikatan-ikatan manusia yang insyaf akan arti dan panggilan hukum kodrat.

g)   Jean Bodin

Negara adalah persekutuan dari keluarga-keluarga dengan segala kepentingannya dipimpin oleh akal dari suatu kekuasaan berdaulat.

h)     Han Kelsen

Negara adalah suatu susunan pergaulan hidup bersama dengan tata paksa.

i)        Woodrow Wilson

Negara adalah rakyat yang terorganisasi untuk hukum dalam suatu wilayah.

j)     Logemann

  Negara adalah suatu organisasi masyarakat yang dengan kekuasaannya bertujuan mengatur serta menyelenggarakan suatu masyarakat.

         m) Miriam Budiarjo

  Negara adalah suatu daerah (teritorial) yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat yang menuntut warga negaranya taat pada peraturan perundang-undangan melalui penguasaan monopolistis dari kekuasaan yang sah.

            o) Prof. Farid S. 

Negara adalah Suatu wilayah merdeka yang mendapat pengakuan negara lain serta memiliki kedaulatan.

            p) Georg Jellinek 

  Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu.

            q) Georg Wilhelm Friedrich Hegel 

  Negara merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal

            r) Roelof Krannenburg 

  Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri.

            s) Roger H. Soltau 

  Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.

            t) Prof. R. Djokosoetono 

  Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.

            u) Prof. Mr. Soenarko 

  Negara ialah organisasi manyarakat yang mempunyai daerah tertentu, dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai sebuah kedaulatan.

            v) Aristoteles 

  Negara adalah perpaduan beberapa keluarga mencakupi beberapa desa, hingga pada akhirnya dapat berdiri sendiri sepenuhnya, dengan tujuan kesenangan dan kehormatan bersama.

 

B.   Teori Terentuknya Negara

Mengenai asal-usul berdirinya suatu negara, teori-teori yang dibangun lebih bertumpu kepada hasil pemikiran teoritis-deduktif, dibandingkan dengan kajian empiris- induktif. Dalam ilmu politik dikenal banyak teori tentang lahirnya sebuah negara, teori-teori tersebut merupakan pengaruh dari perkembangan ilmu-ilmu sosial. Para ahli umunya membagi delapan teori mengenai terbentuknya sebuah negara.

 

1.   Teori kekuasaan Negara

Dipelopori oleh seorang tuan tanah yang akhirnya menjadi negarawan Cina Kuno yaitu Shang Yang (523-428 SM). Bukunya yang terkenal adalah The Book of the Lord Shang dan A Classic of The Chinese of Law. Menurutnya, satu-satunya tujuan negara adalah membentuk kekuasan yang sebesar-besarnya dan kuat. Agar negara kuat maka rakyat harus dilemahkan, miskin dan ditundukkan. Negara harus memiliki tentara yang kuat, teratur, tidak mewah dan siap untuk menghadapi bahaya serta ancaman dari pihak manapun. Karena jika rakyat kuat dan kaya maka negara menjadi lemah.

2.   Teori Perdamaian Dunia

Dipelopori oleh Dante Alleghiere (1265-1321), seorang ahli filsafat dan penyair terkenal dari Italia. Teori ini tercetus ketika terjadi pertentangan antara Kaisar dan Paus. Dalam bukunya De Monarchia Libri III, mengemukakan bahwa tujuan negara yaitu menciptakan perdamaian dunia. Kaisar sebagai penguasa imperium berfungsi mengatur rakyat, dan Paus sebagai pemimpin gereja tidak boleh mencampuri urusan negara yang merupakan urusan dunia. Menurutnya, antara Paus dan Kaisar sebaiknya bekerjasama untuk menciptakan perdamaian dunia dan bukan sebaliknya saling bermusuhan.

3.      Teori jaminan atas hak dan kebebasan

Teori ini berpandangan bahwa tujuan negara tidak hanya membentuk, memperluas dan menyelenggarakan kekuasaan tetapi juga memelihara hak dan kebebasan warga negara.

Immanuel Kant (1724-1804) berpandangan bahwa semua manusia sejak lahir memiliki kemerdekaan dan derajat yang sama.oleh karena itu, tujuan negara adalah kemerdekaan, sehingga rakyat sebagai warga negara yang merdeka harus dapat menikmati kemerdekaan. Meliputi kebebasan dalam hak dipilih dan memilih, hak mendapat perlindungan dan perlakukan yang adil, hak mendapat pendidikan dan pengajaran, serta hak-hak lainnya. Sedangkan tujuan negara adalah melindungi dan menjamin ketertiban hukum agar hak-hak warga negara tetap terpelihara. Untuk tercapainya tujuan negara, maka negara atau pemerintah menguarangi perannya dengan tidak mencampuri hak hak warga negara. Pandangan Kant ini sesuai dengan semboyan persaingan bebas dan kebebasan berusaha.

4.   Teori perjanjian masyarakat (kontrak sosial)

Teori ini pertama kali dikembangkan oleh beberapa ahli filsafat dengan tokoh utamanya adalah Thomas Hobbes, Jhon Locke, dan JJ. Rosseau. Teori ini mengemukakan bahwa negara didirikan atas dasar kesepakatan para anggota masyarakat. Mereka kemudian menyerahkan hak-hak yang dimilikinya untuk diatur oleh negara.    

Negara berdiri atas kompromi-kompromi politik antar warga masyarakat, maka kelangsungan negara yang dibentuk sangat tergantung dari bagaimana warga masyarakat mampu saling bekerjasama dan mengakomodasi setiap perbedaan yang muncul dengan jalan dialog atau musyawarah.

5.      Teori Pengalihan Hak

Teori pengalihan hak merupakan teori negara yang dipelopori oleh Sir Robert Filmer dan Loyseau. Pengertian umumnya adalah bahwa hak yang dimiliki oleh negara pada hakikatnya diperoleh setelah rakyat melepaskan sebagian hak yang dimilikinya atau rakyat membiarkan berlakunya hak tersebut untuk dikelola oleh negara. Pada umumnya pengalihan hak tepat diterapkan untuk mengkaji terbentuknya negara monarkhi. Pengalihan hak ini dapat dianalogikan kepada pembentukan negara sebagai hasil revolusi.

6.      Teori Penaklukan

Teori penaklukan banyak dikemukakan oleh ilmuwan politik antara lain, Ludwig Gumplowitz, Gustav Ratzenhover, Georg Simmel, dan Lester Frank Ward. Teori ini erat kaitanya dengan doktrin “ kekuatan menimbulkan hak”. Bahwa pihak atau kelompok yang kuat, akan menaklukan pihak atau kelompok lainya, dan selanjutnya mendirikan sebuah negara. Pembuktian dan penggunaan kekuatan berlaku sebagai dasar terbentuknya negara.

7.      Teori Organis

Teori organis merupakan teori yang banyak dipengaruhi oleh cara pandang dalam ilmu eksakta, dengan tokohnya, Georg Wilhelm Hegel, J.K. Bluntscli, John Salisbury, Marsiglio Padua, Pfufendrorf, Henrich Ahrens, J.W Scelling, FJ Schitenner dan lain sebagainya.

Negara adalah suatu organisme. Negara lahir sebagai analogi kelahiran makhluk hidup lainya. Jika ada embrionya dari masyarakat-masyarakat atau suku-suku bangsa, maka perlahan-lahan berkembang masyarakat atau suku bangsa tersebut menjadi sebuah negara. Teori organis mengenai lahirnya negara dapat dianalogikan dengan teori historis atau teori evolusi. Negara tumbuh sebagai hasil suatu evolusi yang memerlukan proses panjang.

8.      Teori Ketuhanan

Teori ketuhanan pada awalnya banyak dianut oleh sebagian besar ilmuwan politik pada abad 18 M, dengan tokohnya Thomas Aquinas. Kekuasaan atas negara dan terbentuknya negara adalah karena hak-hak yang dikaruniakan oleh Tuhan. Dalam implementasinya setiap kebijakan negara senantiasa mengatasnamakan Tuhan, sehingga rakyat harus mematuhi apa yang telah diputuskan pemimpinya.

9.      Teori Garis Kekeluargaan (Patriarkhal, atau Matriarkhal)

Teori ini banyak dipengaruhi oleh perkembangan ilmu sosiologi dan antropologi, yang mendunia sejak awal abad 19 M, dengan tokohnya Henry S. Maine, Herbert Spencer, dan Edward Jenks. Menurut teori ini negara dapat terbentuk dari perkembangan suatu keluarga yang menjadi besar dan kemudian bersatu membentu negara, sehingga negara yang terbentuk adakalanya manganut garis kekeluargaan berdasarkan garis ayah (patriarkhal), dan bahkan adakalanya garis ibu (matriarkhal).

Teori ini juga disebut sebagai teori perkembangan suku. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah (kekeluargaan) berkembang menjadi suatu suku, kemudian berkembang secara lebih luas lagi sampai membentuk suatu negara.

10.     Teori Metafisis (idealistis)

Teori metafisis banyak mendapat pengaruh dari para ahli filsafat, dengan tokohnya yang terkemuka adalah Immanuel Kant. Negara ada, lahir, dan terbentuk karena memang seharusnya ada dengan sendirinya, maka ketika jumlah manusia semakin banyak secara otomatis negara akan lahir dengan sendirinya. Dalam prosesnya, negara adalah kesatuan supranatural, terbentuknyapun karena dorongan supranatural atau metafisis.

11.     Teori Alamiah

Teori alamiah merupakan pandangan awal tentang berdirinya sebuah negara, dengan tokohnya Aristoteles. Negara terbentuk karena kodrat alamiah manusia. Sebagai zoon politikon (manusia politik yang bermasyarakat), maka manusia membutuhkan adanya negara. Sehubungan dengan kebutuhan alamiah inilah, maka dibentuk sebuah negara dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya.

12.   Teori Kenyataan

Timbulnya suatu negara merupakan soal kenyataan. Apabila pada suatu ketika unsur-unsur negara (wilayah, rakyat, pemerintah yang berdaulat) terpenuhi, maka pada saatitu pula negara itu menjadi suatu kenyataan.

13.     Teori Hukum Murni

Menurut Hans Kelsen, negara adalah suatu kesatuan tata hukum yang bersifat memaksa. Setiap orang harus taat dan tunduk. Kehendak negara adalah kehendak hukum. Negara identik dengan hukum.  Hans Kelsen mengemukakan pandangan yuridis yang sangat ekstrim: menyamakan negara dengan tata hukum nasional. ), dalam definisi Hans Kelsen negara adalah suatu badan hukum (rechtspersoon, juristicperson), badan hukum adalah ‘sekelompok orang yang oleh hukum diperlakukan sebagai suatu kesatuan,yaitu sebagai suatu person yang memiliki hak dan kewajiban. Perbedaan antara negara sebagai badan hukum dengan badan-badan hukum lain adalah bahwa negara merupakan badan badan hukum tertinggiyang bersifat mengatur dan menertibkan.

14.  Teori Modern

Teori modern menitikberatkan fakta dan sudut pandangan tertentu untuk memerolehkesimpulan tentang asal mula, hakikat dan bentuk negara. Para tokoh Teori Modernadalah Prof.Mr. R. Kranenburg dan Prof.Dr. J.H.A. Logemann.

Kranenburg mengatakan bahwa pada hakikatnya negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang diciptakan sekelompok manusia yang disebut bangsa.  Sebaliknya, Logemann mengatakan bahwa negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang menyatukan kelompok manusia yang kemudian disebut bangsa. Perbedaan pandangan mereka sesungguhnya terletak pada pengertian istilah bangsa. Kranenburg menitikberatkan pengertian bangsa secara etnologis, sedangkan Logemann lebih menekankan pengertian rakyat suatu negara dan memperhatikan hubungan anta rorganisasi kekuasaan dengan kelompok manusia di dalamnya.

15.  Asal mula terjadinya negara berdasarkan fakta sejarah

1.         Pendudukan (Occupatie)

Hal ini terjadi ketika suatu wilayah yang tidak bertuan dan belum dikuasai, kemudian diduduki dan dikuasai.Misalnya, Liberia yang diduduki budak-budak Negro yang dimerdekakan tahun 1847.

2.         Peleburan (Fusi)

Hal ini terjadi ketika negara-negara kecil yang mendiami suatu wilayah mengadakan perjanjian untuk saling melebur atau bersatu menjadi Negara yang baru. Misalnya terbentuknya Federasi Jerman tahun 1871.

3.       . Penyerahan (Cessie)

Hal ini terjadi Ketika suatu Wilayah diserahkan kepada negara lain berdasarkan suatu perjanjian tertentu. Misalnya, Wilayah Sleeswijk pada Perang Dunia I diserahkan oleh Austria kepada Pemrintah rusia,(Jerman).

4.         Penaikan (Accesie)

Hal ini terjadi ketika suatu wilayah terbentuk akibat penaikan Lumpur Sungai atau dari dasar Laut (Delta). Kemudian di wilayah tersebut dihuni oleh sekelompok orang sehingga terbentuklah Negara. Misalnya wilayah negara Mesir yang terbentuk dari Delta Sungai Nil.

5.·         Pengumuman (Proklamasi)

Hal ini terjadi karena suatu daerah yang pernah menjadi daerah jajahan ditinggalkan begitu saja. Sehingga penduduk daerah tersebut bisa mengumumkan kemerdekaannya. Contohnya, Indonesia yang pernah di tinggalkan Jepang karena pada saat itu jepang dibom oleh Amerika di daerah Hiroshima dan Nagasaki.

 

C.   Kesimpulan

Negara adalah sekumpulan individu atau bangsa yang memiliki tujuan bersama yang bertempat tinggal pada suatu daerah tertentu di bawah kekusaan tertinggi yang memiliki sifat memaksa dengan hukum yang sah atas kesepakatan bersama dan diakui kedaulatannya oleh bangsa atau Negara lain.

Asal mula terbentuknya suatu Negara sangatlah bermacam macam dan berbeda beda tergantung darimana sudut pandang sebuah Negara itu berdiri. Suatu Negara dikatakan berdiri apabila memiliki beberapa aspek yakni memiliki masyarakat dengan tujuan bersama, memiliki wilayah tertentu sebagai tempat tinggal masyarakat itu sendiri, memiliki pemerintahan yang memiliki kekusaan penuh atas seluruh yang dimiliki oleh masyarakat dan wilayahnya atas hokum yang sah dan tentunya pemerintahan suatu Negara tersebut haruslah memiliki kedaulatan yang di akui dari bangsa atau Negara yang lain.

 

II.            Perkembangan Pemikiran Politik

Teori Politik mempelajari tentang pemikiran-pemikiran politik secara umum dari masa klasik sampai pada masa sekarang ini. Para pemikir politik kuno memusatkan perhatiannya kepada masalah negara ideal, para pemikir politik abad pertengahan melibatkan diri mereka pada pengembangan suatu kerangka bagi adanya pendirian Kerajaan Allah di dunia, sedangkan para pemikir politik pada zaman sesudahnya telah melibatkan diri mereka pada masalah-masalah lainnya seperti kekuasaan, wewenang dan lain-lain. Tetapi pada masa selanjutnya, ilmu politik berfokus pada masalah kelembagaan dan pendekatannya yang digunakan juga semakin luas. Pendekatan yang digunakan sepanjang masa itu bersifat historis, dalam pengertian bahwa para pemikir politik lebih memusatkan perhatiannya pada upaya melacak serta menggambarkan berbagai fenomena politik yang ada, atau pada perkembangan lembaga politik yang bersifat khusus, dari pada menganalisa fenomena serta lembaga-lembaga tersebut, serta melibatkan diri dengan elemen-elemen yang bersifat abstrak.

Ilmu Politik selalu berkembang dari masa ke masa selanjutnya, adapun dalam perkembangannya itu terdiri dari pemikiran  Kaum Tradisionalisme,  Behavioralisme  dan Post Behavioralisme.

1.  Kaum Tradisonalisme

Mempelajari pemikiran-pemikiran politik yang ada. Namun tidak ilmiah, tidak empiris, hanya sebatas pemikiran-pemikiran saja.

2.  Kaum Behavioralisme

Mengkritik kaum tradisionalisme, karena tidak secara ilmiah dan tidak empiris dalam mempelajari ilmu politik. Kaum behavioralisme menjadikan Ilmu Politik sebagai ilmu yang ilmiah dan empiris dengan melalui penelitian yang bersifat kuantitatif.

3. Kaum Post Behavioralisme

Mengkritik kaum behavioralisme karena tidak memakai etika dalam ilmu politik sehingga dianggap tidak relevan dalam kehidupan berpolitik. Dari perkembangan pemikiran-pemikiran politik yang ada, para pemikir politik menggambarkan fenomena-fenomena yang terjadi pada masanya. Sehingga mengalami perkembangan dari masa ke masa selanjutnya.

Dari Behavioralisme ke Post Behavioralisme

Setelah diadakannya forum rapat (Caucus) para pendukung behavioralisme  menyadari bahwa relevansi dalam kehidupan berpolitik sangat diperlukan baik dari segi partai politik, lembaga-lembaga politik, kebijakan, desentralisasi, demokrasi dan lain-lain untuk menyelesaikan permasalahan politik. Karena itulah muncul suatu aliran Post Behavioralisme yang memiliki dua karakter utama, yaitu relevansi dan tindakan. Teori ini muncul dari David Easton

Pemahaman ini adalah suatu pemahaman terhadap implikasi-implikasi yang penuh, tindakan menentang, bahkan bersifat memberontak. Namun post behavioralisme ini tidak disebut sebagai ideologi karena didukung oleh para pendukung dari berbagai pendukung.

Menurut Easton post behavioralisme memiliki tujuh karakter utama yang menggambarkan sebagai The Credo Relevance, yaitu:

1. Dalam penelitian politik “substansi atau isi pokok harus mendahului tekhnik

2. Memberi penekanan utamanya pada perubahan sosial dan bukan kepada pemeliharaannya

3. Melihat pada realitas politik yang sifatnya masih kasar

4. Memperhatikan sistem nilai dalam penelitian politik

5. Kaum intelektual mempunyai peranan yang harus dimainkan

6. Ilmu yang mempunyai komitmen untuk bertindak daripada bertindak kontemplatif

7. Politisasi profesi dari semua asosiasi sangat diperlukan

III.    Pemahaman Tentang Ilmu Politik.

A.   Menurut Pendapat Para Ahli

Istilah politik sering dikaitan dengan bermacam-macam kegiatan dalam sistem politik ataupun negara yang menyangkut proses penentuan tujuan maupun dalam melaksanakan tujuan tersebut. Di samping itu juga menyangkut pengambilan keputusan tentang apakah yang menjadi tujuan sistem politik yang menyangkut seleksi antara beberapa alternative serta penyusunan untuk membuat skala prioritas dalam menentukan tujuan-tujuan itu.

1.      Brendan O’Leary

 Ilmu politik merupakan disiplin akademis, dikhususkan pada penggambaran, penjelasan, analisis dan penilaian yang sistematis mengenai politik dan kekuasaan. Selanjutnya dia mengemukakan mungkin lebih tepat diberi label “politikologi”, sebagaimana sesungguhnya hal ini terjadi di negara-negara Eropa, selain dikarenakan para praktisinya menolak gagasan bahwa disiplin mereka adalah seperti disiplin ilmu alam dan juga karena disiplin itu tidak mempunyai satu bangunan teori atau paradigma yang padu. Tentu saja banyak teoretisi lainnya yang menentang pendapat tersebut.

2.      Roger F. Soltau

 PoliticalS Science is the study of the state, its aims and purposes… the institutions by which these are going to be realized, its relations with is individual members, and other states” (Ilmu politik adalah kajaian tentang negara, tujuan-tujuan negara, danlembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu; hubungan antaranegara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain).

3.      J. Barents

Mengemukakan: De wetenschap der politiek is de wetenschap die het leven van de staat bestudeert… een maatschappelijk leven… waarvan de staat een onderdeel vormnt. Aan het onderzoek van die staten, zoals ze werken, is de wetenschap der politiek gewijd” ( Ilmu politik adalah ilmu tentang kehidupan negara, yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat; ilmu politik mempelajari negara-negara itu melakukan tugas-tugasnya). Berbeda dengan kelompok pendekatan kekuasaan (power approach),

4.      Harold Laswel

Mendefinisikan ilmu politik sebagai disiplin empiris pengkajian tentang pembentukan dan pembagian kekuasaan, serta “tindakan politik seperti yang ditampilkan seseorang dalam perspektif-perspktif kekuasaan”.

5.      Robson

Political science is concerned with the study of power in society… its nature, basis, processes, scope and results. The focus of interest of the political scientist… centers on the struggle to gain or retain power, to exercise power or influence over others, or to resist that exercise.(Ilmu politik adalah ilmu yang memfokuskan dalam masyarakat  yaitu sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup danhasil-hasilnya. Fokus perhatian seorang sarjana ilmu politik tertuju pada perjuangan untuk mencapai atau mempertahankankekuasaan , melaksanakan kekuasaan atau pengaruh atas oranglain, atau menentang pelaksanaan kekuasaan itu).

6.      Deliar Noer

Ilmu politik memusatkan perhatiannya pada masalah-masalahkekuasaan dalam kehidupan bersama atau masyarakat (Noer, 1965: 56).Berbeda dengan mereka kelompok yang menggunakan pendekatanPengambilan keputusan (decisionmaking approach)

7.      Joyce Mitchell dan Karl W. Deutsch. Mitchell

Mengemukakan: “Politics is collective decisionmaking or the making f public policies for an entire society”(Politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan publicuntuk suatu keseluruhan masyarakat).

8.      Deutsch

Mengatakan: “Politics is the making of decision by publics means” (Politik adalah pembuatankeputusan oleh alat-alat publik).Selanjutnya pengertian “ilmu politik” akan berbeda pula menurutkelompok yang menggunakan pendekatan (public policy / belied approach

9.      Easton

Menyatakan bahwa ilmu politik “… study of the making of public policy” (studi tentang terbentuknya kebijaksanaan umum).

10.  Robert Dha

Ilmu politik tentang hubungan manusia yang kokoh, dan melibatkan secara cukup mencolok , kendali, pengaruh, kekuasaan dan kewenangan.

 

B.   Pendapat sendiri

Di dalam politik, kekusaan, keputusan dan kebijakan publik tidak bisa di pisahkan sehingga dapat kita tarik pengertian ilmu Politik yakni

1.      Pendekatan kekuasaan.

Ilmu politik adalah disiplin akademik yang memusatkan perhatiannya dalam mengelola, mencapai atau mempertahankan kekusaan dalam sebuah kehidupan masyarakat dalam sebuah Negar.a

2.         Pendekatan keputusan

Ilmu politik adalah pembuatan atau pengambilan keputusan dalam proses penentuan tujuan, pelaksanaan tujuan dan proses seleksi alternative dalam menentukan skala prioritas demi kepentingan bersama.

3.         Pendekatan publik

 Ilmu politik adalah penkajian tentang proses tatanan  kehidupan antara Negara dengan warganya, Negara dengan Negara lain dalam berkehidupan bermasyarakat demi menciptakan tujuan bersama.

 Sehingga didalam berbicara mengenai pemahaman ilmu politik tidak harus dilihat dai dalam satu sisi semata, melainkan pengertian ilmu politik haruslah dilihat dari beberapa aspek yakni secara pendekatan kekusaan, keputusan dan publik yang saling menyatu dalam proses kehidupan bermasyarakat dalam Negara.

 

           

 

Sumber :

·         http://daniiskandarmanajemen.blogspot.com/2011/03/pengertian-negara-unsur-unsur-teori.html

·         http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2181197-teori-terbentuknya-negara/

 

Categories: Tak Berkategori | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Bayu Satria Utama – 125120500111027

  1. Ping-balik: TUGAS 2 (Definisi Negara) « The First Political Class

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: