Dita Wahyuningsih – 125120500111015

PEMIKIRAN POLITIK PARA FILOSOF POLITIK

 

OLEH :

DITA WAHYUNINGSIH (125120500111015)

 

 

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

PROGRAM STUDI ILMU POLITIK

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

  1. A.      Ilmu Politik
    Ilmu politik adalah salah satu ilmu tertua dari berbagai cabang ilmu yang ada. Ilmu politik sebagai pemikiran mengenai Negara sudah dimulai pada tahun 450 S.M. Sejak orang mulai hidup bersama, masalah tentang pengaturan dan pengawasan dimulai. Sejak itu para pemikir politik mulai membahas masalah-masalah yang menyangkut batasan penerapan kekuasaan, hubungan antara yang memerintah serta yang diperintah, serta sistem apa yang paling baik menjamin adanya pemenuhan kebutuhan tentang pengaturan dan pengawasan. Berikut ini akan dijelaskan mengenai teori politik dan ilmu politik menurut beberapa ahli, baik ahli yang menganut paham klasik maupun modern.

    1. 1.     Teori Politik Socrates
      Teori Politik Socrates merupakan teori politik klasik. Kepribadian politik Socrates sebagai seorang teoritikus politik yang berupaya jujur, adil dan rasional dalam hidup kemasyarakatan dan mengembangkan teori politik yang radikal. Namun keinginan dan kecenderungan politik Socrates sebagai teoritikus politik membawa kematian melalui hukuman mati oleh Mahkamah Rakyat (MR). Metode Socrates yang berbentuk Maieutik dan mengembangkan metode induksi dan definisi. Pada sisi lain Socrates memaparkan etika yang berintikan budi yakni orang tahu tentang kehidupan dan pengetahuan yang luas. Dan pada akhirnya akan menumbuhkan rasa rasionalisme sebagai wujud teori politik Socrates.
    2. 2.     Teori Politik Plato
      Filsafat politik yang diuraikan oleh Plato sebagai cerminan teori politik. Dalam teori ini yakni filsafat politik tentang keberadaan manusia di dunia terdiri dari tiga bagian:
      1. Pikiran atau akal
      2. Semangat/keberanian
      3. Nafsu/keinginan berkuasa.
      Idealisme Plato yang secara operasional meliputi:
      1. Pengertian budi yang akan menentukan tujuan dan nilai dari pada penghidupan etik.
      2. Pengertian matematik.
      3. Etika hidup manusia yaitu hidup senang dan bahagia dan bersifat intelektual dan rasional.
      4. Teori tentang negara ideal.
      5. Teori tentang asal mula negara, tujuan negara, fungsi negara dan bentuk negara.
      6. Penggolongan dari kelas dalam negara.
      7. Teori tentang keadilan dalam negara.
      8.Teori kekuasaan Plato.
    3. 3.     Teori Politik Aristoteles
       Teori politik yang bernuansa filsafat politik meliputi:
      • Filsafat teoritis
      • Filsafat praktek
      • Filsafat produktif
      Teori negara yang dinyatakan sebagai bentuk persekutuan hidup yang akrab di antara warga negara untuk menciptakan persatuan yang kukuh. Untuk itu perlu dibentuk negara kota (Polis).
      Asal mula negara. Negara dibentuk berawal dari persekutuan desa dan lama kelamaan membentuk polis atau negara kota.
      Tujuan negara harus disesuaikan dengan keinginan warga negara merupakan kebaikan yang tertinggi.
      Bentuk pemerintahan negara menurut Aristoteles diklasifikasi atas:
      – 3 bentuk pemerintah yang baik
      – 3 bentuk pemerintah yang buruk.
      Aristoteles berpendapat sumbu kekuasaan dalam negara yaitu hukum.Oleh itu para penguasa harus memiliki pengetahuan dan kebajikan yang sempurna. Sedangkan warga negara adalah manusia yang masih mampu berperan.
      Revolusi dapat dilihat dari faktor-faktor penyebab dan cara mencegahnya.
    4. 4.     Teori Politik Ibnu Khaldun
      Teori tentang negara yang dikategorikan atas pengertian pemerintah manusia dan keterbatasan manusia dalam negara yang disebut negara modern. Setiap warga negara perlu memiliki Askabiyah untuk menumbuhkan kesatuan dalam negara. Untuk itu dikembangkan teori politik askabiyah dan rasa keagamaan oleh pemimpin negara. Perkembangan negara harus didasarkan pada solidaritas dengan keyakinan agama untuk dapat menstabilkan negara. Hal ini perlu didukung oleh penguasa yang memiliki perangkat dominasi pemerintah dan kekuasaan untuk mengatasi manusia-manusia yang memiliki sifatsifat kebinatangan.
      Untuk mempertahankan negara maka diperlukan teori pedang dan teori pena dalam menjalankan kekuasaan negara.
    5. 5.     Teori Politik Machiavelli
      Bentuk negara yang meliputi negara republik dan monarkhi. Selanjutnya Monarkhi dibagi atas dua yaitu Monarkhi Warisan dan Monarkhi Baru.
      Tujuan negara yaitu memenuhi berbagai kebutuhan warga negara selama negara tidak dirugikan karena negara juga memiliki berbagai kepentingan dan kepentingan utama.
      Kekuasaan negara merupakan alat yang harus digunakan untuk mengabdi pada kepentingan negara. Oleh karena itu sumber kekuasaan adalah negara.
      Dalam hal penyelenggaraan kekuasaan negara membutuhkan kekuasaan, wujud kekuasaan fisik, kualitas penguasa untuk mempertahankan kekuasaan negara, maka diperlukan militer.
      Penguasa yang ideal yaitu penguasa militer, hal ini digambarkan dalam teori politik dan etika Machiavelli sebagai dasar nasionalisme.
    6. 6.     Teori Politik Miriam Budiharjo

Menurut Miriam Budiarjo, politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau Negara yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan system itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Pengambilan keputusan mengenai apakah yang menjadi tujuan dari system politik itu menyangkut seleksi antara beberapa alternative dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih itu. Untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu tentu diperlukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan dan atau alokasi dari sumber-sumber resources yang ada. Untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan itu, perlu dimiliki kekuasaan dan kewenangan, yang akan dipakai baik untuk membina kerja sama maupun untuk menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam proses ini. Cara-cara yang dipakainya dapat bersifat paksaan. Tanpa unsure paksaan kebijakan ini hanya merupakan perumusan keinginan belaka. Politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat, bukan tujuan pribadi seorang. Selain itu politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok termasuk partai politik dan kegiatan individu.

  1. 7.     Menurut Inu Kencana Syafiie
    Politik dalam bahasa Arabnya disebut “siyasyah” atau dalam bahasa Inggris “politics”. Politik itu sendiri berarti cerdik dan bijaksana. Pada dasarnya politik mempunyai ruang lingkup Negara, membicarakan politik galibnya adalah membicarakan Negara, karena teori politik menyelidiki Negara sebagai lembaga politik yang mempengaruhi hidup masyarakat, jadi Negara dalam keadaan bergerak. Selain itu politik juga menyelidiki ide-ide, asas-asas, sejarah pembentukan Negara, hakekat Negara, serta bentuk dan tujuan Negara, disamping menyelidiki hal-hal seperti kelompok penekan, kelompok kepentingan, elit politik, pendapat umum, peranan partai, dan pemilihan umum.
  2. 8.     Teori Politik Arifin Rahman
    Menurut Arifin Rahman kata politik berasal dari bahasa Yunani “polis” adalah kota yang berstatus Negara/Negara kota….segala aktivitas yang dijalankan oleh polis untuk kelestarian dan perkembangannya disebut “politike techne”. Kemudian ia juga berpendapat politik ialah pengertian dan kemahiran untuk mencukupi dan menyelenggarakan keperluan maupun kepentingan bangsa dan Negara. (Arifin Rahman; Sistem Politik Indonesia dalam Perspektif Fungsional, dalam buku suntingan Toni Adrianus Pito, Kemal Fasyah, dan Efriza; Mengenal Teori-teori Politik, Cetakan Pertama, Depok, 2005, hal 7)

 

 

KESIMPULAN

Ilmu Politik bisa dibilang merupakan salah satu ilmu tertua dari berbagai cabang ilmu yang ada. Menurut Socrates (filosof ilmu politik klasik) rasa rasionalisme merupakan wujud teori politiknya. Plato lebih menguraikan teori politiknya melalui idealisme yg operasional.

Berbeda dengan  Plato yang lebih menjelaskan teori politiknya dengan cara idealisme. Sedangkan menurut aristoteles politik adalah seputar kekuasaan.

Sedangkan menurut Ibnu Khaldun teori politik harus dilaksanakan berdasarkan agama Islam (teori politik askabiyah). Menurut Machiavelli, politik adalah masalah kekuasaan untuk mengatur negara. Sedangkan menurut Miriam Budiharjo, politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Menurut Inu Kencana Syafiie berpolitik harus cerdik dan bijaksana. Sedangkan menurut Arifin Rahman, politik merupakan kemahiran untuk mencukupi dan menyelenggarakan keperluan maupun kepentingan bangsa dan negara.

 

 

 


 

CONTOH FENOMENA POLITIK

  1. Kebakaran yang terjadi beberapa hari yang lalu di DKI Jakarta dan  yang diduga ada hubungannya dengan pemilu calon gubernur DKI Jakarta 2012 putaran kedua di bulan September ini yang diduga untuk kepentingan golongan tertentu (untuk menjegal pasangan Jokowi-Ahok).
  2. KPK berupaya menekan terjadinya politik uang selama kampanye pemilu calon gubernur DKI Jakarta 2012 dengan melakukan pertemuan dengan badan pengawas pemilu.

 

 

 

TUGAS KE-2 PENGANTAR ILMU POLITIK

OLEH :

DITA WAHYUNINGSIH (125120500111015)

 

 

PROGRAM STUDI ILMU POLITIK

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

TAHUN AKADEMIK 2012/2013

  1. Definisi, Teori, dan Konsep Negara

    1. Beberapa definisi, teori, dan konsep negara oleh para ahli :

    a. Benedictus de Spinoza
    “Negara adalah susunan masyarakat yang integral (kesatuan) antara semua golongan
    dan bagian dari seluruh anggota masyarakat (persatuan masyarakat organis).”

    b. Harold J. Laski
    Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena memiliki wewenang
    yang bersifat memaksa dan yang secara sah lebih agung daripada individu atau
    kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat.

    c. Dr. W.L.G. Lemaire
    Negara tampak sebagai suatu masyarakat manusia teritorial yang diorganisasikan.

    d. Hugo de Groot (Grotius)
    Negara merupakan ikatan manusia yang insyaf akan arti dan panggilan hukum
    kodrat.

    e. Leon Duguit
    Di setiap negara manapun dalam suatu masyarakat tertentu terdapat perbedaan
    politik (antara penguasa dan yang dikuasai).

    d.  R.M. MacIver
    Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu
    masyarakat di suatu wilayah berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh
    suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa).

    e.  Prof. Mr. Kranenburg
    Negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang diciptakan oleh sekelompok
    manusia yang disebut bangsa.

    f. Herman Finer
    Negara adalah asosiasi teritorial di mana kekuatan-kekuatan sosial dan individu
    dari setiap jenis perjuangan berada dalam semua variasi besar mereka untuk
    mengontrol pemerintah yang diberikan dengan kekuasaan tertinggi yang sah.

    g. Prof.Dr. J.H.A. Logemann:
    Negara ialah suatu organisasi kekuasaan/ kewibawaan..

    h. Roger H. Soltau
    Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan
    persoalan bersama atas nama masyarakat.

    i. Max Weber
    Negara adalah suatu masyarakat yang memonopoli penggunaan kekerasan fisik
    secara sah dalam suatu wilayah).

    j. Bellefroid
    Negara adalah suatu persekutuan hukum yang menempati suatu wilayah untuk
    selama-lamanya dan dilengkapi dengan suatu kekuasaan tertinggi untuk
    menyelenggarakan kemakmuran rakyat sebesar-besarnya.

    k. Prof.Mr. Soenarko
    Negara adalah organisasi masyarakat di wilayah tertentu dengan kekuasaan yang
    berlaku sepenuhnya sebagai kedaulatan.

    l. G. Pringgodigdo, SH
    Negara adalah suatu organisasi kekuasaan atau organisasi kewibawaan yang harus
    memenuhi persyaratan unsur-unsur tertentu, yaitu harus memiliki pemerintah yang
    berdaulat, wilayah tertentu, dan rakyat yang hidup teratur sehingga merupakan suatu
    nation (bangsa).
    m. Prof. R. Djokosutono, SH
    Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di
    bawah suatu pemerintahan yang sama.
    n. O. Notohamidjojo
    Negara adalah organisasi masyarakat yang bertujuan mengatur dan memelihara
    masyarakat tertentu dengan kekuasaannya.

    o. Dr. Wiryono Prodjodikoro, SH
    Negara adalah suatu organisasi di antara kelompok atau beberapa kelompok
    manusia yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu dengan mengakui
    adanya suatu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan sekelompok
    atau beberapa kelompok manusia itu.

    p. M. Solly Lubis, SH
    Negara adalah suatu bentuk pergaulan hidup manusia yang merupakan suatu
    komunitas dengan syarat-syarat tertentu: memiliki wilayah, rakyat dan pemerintah.

    q. Prof. Miriam Budiardjo
    Negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah
    pejabat dan yang berhasil menuntut dari warga negaranya ketaatan pada peraturan
    perundang-undangannya melalui penguasaan (kontrol) monopolistis dari kekuasaan
    yang sah.

    r. Prof. Nasroen
    Negara adalah suatu bentuk pergaulan manusia dan oleh sebab itu harus ditinjau
    secara sosiologis agar dapat dijelaskan dan dipahami.

    s. Mr. J.C.T. Simorangkir dan Mr. Woerjono Sastropranoto
    Negara adalah persekutuan hukum yang letaknya dalam daerah tertentu dan
    memiliki kekuasaan tertinggi untuk menyelenggarakan kepentingan umum dan
    kemakmuran bersama.

 

 

B. Asal Mula Terbentuknya Negara

1.Teori Ketuhanan

Terbentuknya negara itu adalah atas kehendak Tuhan. Teori yang bersifat ketuhanan merupakan teori tertua dari asal- usul kenegaraan. Teori ini menjadi kepercayaan sebagian besar komunitas seperti, Mesir, Babilonia, India, Yahudi dan Masyarakat pertengahan negara Eropa.

Menurut teori ketuhanan Tuhanlah yang menciptakan negara, maka negara merupakan kekuatan bersifat ketuhanan yakni untuk memperbaiki kejahatan manusia.

 

2.Teori Kekuasaan / Kekuatan

Teori Kekuasaan menyatakan bahwa negara terbentuk berdasarkan kekuasaan. Orang kuatlah yang pertama-tama mendirikan negara, karena dengan kekuatannya itu ia berkuasa memaksakan kehendaknya terhadap orang lain.

Menurut teori ini negara muncul terbentuk dari salah satu akibat penaklukan kaum lemah oleh kaum kuat. Teori ini berbasis dalam dasar pikiran psikologis dimana sifat manusia itu agresif. Sifat ini membawa manusia meronta terus- menerus untuk meraih kekuasaan; dan dari sifat ini pula mendorong kaum kuat untuk menjajah kaum lemah.
Sifat dasar agresif inilah membawa naluri manusia bangkit dan membentuk institusi negara, oleh karena itu kekuatan-kekuatan adalah dasarnya negara.

 

3. Teori Organis

Teori organis ini adalah teori yang kemudian menjelaskan tentang asal-usul perkembangan negara mengikuti asal-usul perkembangan individu. Individu berasal dari sebuah unitas yang disebut dengan sel, kemudian sel berkumpul membentuk jaringan dan jaringan membentuk organ, sistem organ begitu seterusnya sampai individu. Pertumbuhan negara juga dalam hal ini seperti itu. dimulai dari unitas menuju pluralitas dengan cara sintesis fungsi pada setiap tingkatan unitas.

Teori ini dianggap sebagai teori tertua tentang negara karena ditarik dari asumsi plato yang mempersamakan individu dengan negara dengan menarik persamaan antara fungsi-fungsi negara dan fungsi-fungsi individu

 

 

 

4.Teori Perjanjian Masyarakat

Teori perjanjian masyarakat atau teori kontrak social menganggap perjanjian sebagai dasar negara dan masyarakat. Ini merupakan teori yang disusun berdasarkan keinginan untuk melawan tirani atau menetang rezim penguasa. Tokoh dari teori ini adalah Thomas Hobbes, Jhon Locke dan J.J. Rousseau. Teori ini mengasumsikan adanya keadaan alamiah yang terjadi sebelum manusia mengenal negara. Keadaan alamiah itu merupakan keadaan dimana manusia masih bebas, belum mengenal hukum dan masih memiliki hak asasi yang ada pada dirinya. Akan tetapi karena akibat pekembangan kehidupan yang menghasilkan kompleksitas kebutuhan maka manusia membutuhkan sebuah kehidupan bersama.  Dimana dibentuk berdasarkan perjanjian bersama untuk menyerahkan kedaulatan kepada sekelompok orang yang ditunjuk untuk mengatur kehidupan bersama tersebut.

 

5. Teori Naturalis

Para penganut teori hukum alam menganggap adanya hukum yang berlaku abadi dan universal (tidak berubah, berlaku di setiap waktu dan tempat). Hukum alam bukan buatan negara, melainkan hukum yang berlaku menurut kehendak alam.

Bahwa negara dalam kehidupan manusia merupakan sesuatu yang alamiah terjadi dan merupakan esensi dari kemanusiaan itu sendiri. Teori ini diperkenalkan oleh Aristoteles yang menyebut manusia sebagai zoon politicon. Penyebutan manusia sebagai zoon politicon adalah  bahwa manusia baru dikatakan sempurna apabila hidup dalam ikatan kenegaraan. Negara adalah organisasi yang rasional dan ethis yang dibentuk untuk menyempurnakan tujuan manusia dalam hidup.

 

6.Teori Daluwarsa

Teori daluwarsa menyatakan bahwa raja bertahta bukan karena jure divino (kekuasaan dari Tuhan) akan tetapi karena jure consuetudinario (kebiasaan). Raja dan organisasinya karena adanya milik yang sudah lama yang kemudian akan melahirkan hak milik.  Teori ini juga dikenal sebagai doktrin legitimisme dan dikembangkan di Perancis pada abad ke-17.

 

7.Teori Idealis

Disebut sebagai teori idealistis dikarenakan negara dianggap sebagai sebuah kesatuan yang mistis dan memiliki aspek supranatural.

Hegel adalah Pemuka teori idealistis yang berdasarkan pada nature Negara. Menurutnya Negara bukanlah sebuah mekanisme artifisial yang diciptakan oleh manusia. Hal ini merupakan perwujudan yang tinggi dari idea atau Tuhan. Argumentnya berjalan sebagai berikutnya:

Manusia diberikan kemuliaan yang tinggi dengan ideanya. Progresnya melalui institusi. Institusi juga merupakan penjelmaan dari idea. Institusi pertama adalah keluarga, lalu menjadi masyarakat dan setelah itu terbentuklah Negara. Jadi Negara merupakan penjelmaan dari idea.

Jadi, menurut Hegel Negara itu adalah idea bersifat ketuhanan seperti kepercayaan kita akan kuasaNya. Mustahil akan ada evolusi yang lebih jauh melebihi Negara. Negara adalah kepribadian dan memiliki kemauan tersendiri.

 

8.Teori Patriakal dan Matriakal

 

a. Teori Patriakal

Menurut Aristoteles, negara wujud akibat perkembangan kumpulan manusia yang mempunyai pertalian darah. Keluarga dianggap sebagai unit asas sebuah masyaraka. Gabungan ini mewujudkan institusi kampung dan dimajukan menjadi negara. Kewibawaan keluarga bergantung kepada ketaatan kepada kaum lelaki. Kaum lelaki menjadi pakar rujuk dan keputusan dianggap sah dan mengikat semua anggota masyarakat.

 

b. Teori Matriakal

Dalam masyarakat primitif ketua keluarga ialah ibu dan bukan bapak. Corak perkahwinan dalam masyarakat tradisional mengiktiraf wanita sebagai barangan pertukaran yang penting. Pertalian sesuatu keluarga dikesan melalui anggota keluarga wanita.

 

9.Teori Historis

Bahwa negara sebagai sebuah organisasi social tidak dibuat akan tetapi tumbuh berdasarkan evolusi kehidupan manusia. Teori terbentuknya negara secara historis sama dengan teori terbentuknya negara secara faktual, sebab sejarah terbentuknya negara yang dikemukakan itu secara metoda bersandarkan kepada fakta-fakta, bukan idealisasi konseptual/gagasan.

 

 

 

  1. C.    KESIMPULAN

            Negara adalah kumpulan manusia yang mempunyai tujuan yang sama, yang mendiami suatu wilayah yang berdaulat yang menyerahkan kepemimpinan kepada suatu kelompok tertentu.

Teori pembentukan negara di antaranya adalah teori ketuhanan, teori kekuasaan atau kekuatan, teori organis, teori perjanjian masyarakat, teori naturalis, teori daluwarsa, teori idealis, teori patriakal dan matriakal, dan teori historis.

 

 

PERKEMBANGAN PEMIKIRAN POLITIK
Ilmu politik diawali dengan baik pada masa Yunani Kuno, membuat peningkatan pada masa Romawi, tidak terlalu berkembang di Zaman Pertengahan, sedikit berkembang pada Zaman Renaissance dan Penerangan, membuat beberapa perkembangan substansial pada abad 19, dan kemudian berkembang sangat pesat pada abad 20 karena ilmu politik mendapatkan karakteristik tersendiri.

Ilmu politik sebagai pemikiran mengenai Negara sudah dimulai pada tahun 450 S.M. seperti dalam karya Herodotus, Plato, Aristoteles, dan lainnya. Di beberapa pusat kebudayaan Asia seperti India dan Cina, telah terkumpul beberapa karya tulis bermutu. Tulisan-tulisan dari India terkumpul dalam kesusasteraan Dharmasatra dan Arthasastra, berasal kira-kira dari tahun 500 S.M. Di antara filsuf Cina terkenal, ada Konfusius, Mencius, dan Shan Yang(±350 S.M.).
Di Indonesia sendiri ada beberapa karya tulis tentang kenegaraan, misalnya Negarakertagama sekitar abad 13 dan Babad Tanah Jawi. Kesusasteraan di Negara-negara Asia mulai mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh Negara-negara penjajah dari Barat.

Di Negara-negara benua Eropa sendiri bahasan mengenai politik pada abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum, karena itu ilmu politik hanya berfokus pada negara. Selain ilmu hukum, pengaruh ilmu sejarah dan filsafat pada ilmu politik masih terasa sampai perang Dunia II.

Di Amerika Serikat terjadi perkembangan berbeda, karena ada keinginan untuk membebaskan diri dari tekanan yuridis, dan lebih mendasarkan diri pada pengumpulan data empiris. Perkembangan selanjutnya bersamaan dengan perkembangan sosiologi dan psikologi, sehingga dua cabang ilmu tersebut sangat mempengaruhi ilmu politik. Perkembangan selanjutnya berjalan dengan cepat, dapat dilihat dengan didirikannya American Political Science Association pada 1904.

Perkembangan ilmu politik setelah Perang Dunia II berkembang lebih pesat, misalnya di Amsterdam, Belanda didirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, walaupun penelitian tentang negara di Belanda masih didominasi oleh Fakultas Hukum. Di Indonesia sendiri didirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, seperti di Universitas Riau. Perkembangan awal ilmu politik di Indonesia sangat dipengaruhi oleh ilmu hukum, karena pendidikan tinggi ilmu hukum sangat maju pada saat itu.Sekarang, konsep-konsep ilmu politik yang baru sudah mulai diterima oleh masyarakat.

Di negara-negara Eropa Timur, pendekatan tradisional dari segi sejarah, filsafat, dan hukum masih berlaku hingga saat ini. Sesudah keruntuhan komunisme, ilmu politik berkembang pesat, bisa dilihat dengan ditambahnya pendekatan-pendekatan yang tengah berkembang di negara-negara barat pada pendekatan tradisional.

Perkembangan ilmu politik juga disebabkan oleh dorongan kuat beberapa badan internasional, seperti UNESCO. Karena adanya perbedaan dalam metodologi dan terminologi dalam ilmu politik, maka UNESCO pada tahun1948 melakukan survei mengenai ilmu politik di kira-kira 30 negara. Kemudian, proyek ini dibahas beberapa ahli di Prancis, dan menghasilkan buku Contemporary Political Science pada tahun 1948.
Selanjutnya UNESCO bersama International Political Science Association (IPSA) yang mencakup kira-kira ssepuluh negara, diantaranya negara Barat, di samping India, Meksiko, dan Polandia. Pada tahun 1952 hasil penelitian ini dibahas di suatu konferensi di Cambridge, Inggris dan hasilnya disusun oleh W. A. Robson dari London School of Economics and Political Science dalam buku The University Teaching of Political Science. Buku ini diterbitkan oleh UNESCO untuk pengajaran beberapa ilmu sosial(termasuk ekonomi, antropologi budaya, dan kriminologi) di perguruan tinggi. Kedua karya ini ditujukan untuk membina perkembangan ilmu politik dan mempertemukan pandangan yang berbeda-beda.

Pada masa-masa berikutnya ilmu-ilmu sosial banyak memanfaatkan penemuan-penemuan dari antropologi, sosiologi, psikologi, dan ekonomi, dan dengan demikian ilmu politik dapat meningkatkan mutunya dengan banyak mengambil model dari cabang ilmu sosial lainnya. Berkat hal ini, wajah ilmu politik telah banyak berubah dan ilmu politik menjadi ilmu yang penting dipelajari untuk mengerti tentang politik.

 

Categories: Tak Berkategori | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Dita Wahyuningsih – 125120500111015

  1. Ping-balik: DAFTAR NAMA KELAS (A.POL.1) « The First Political Class

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: