TRIO DANU KUMBARA – 125120507111045

POLITIK

  1. Pengertian Politik

Miriam Budiardjo (1993)  mendefinisikan politik sebagai berbagai macam kegiatan yang terjadi di suatu negara, yang menyangkut proses menentukan tujuan dan bagimana cara mencapai tujuan itu. Sementara itu, Hoogerwerf, mendefinisikan politik sebagai pertarungan kekuasaan. Hans Morgenthau juga mendefinisikan politik sebagai usaha mencari kekuasaan (struggle power). Sementara David Easton mengartikan politik sebagai semua aktivitas yang mempengaruhi kebijaksanaan dan cara bagaimana kebijaksanaan itu dilaksanakan.

Dengan demikian, mengikuti Miriam Budiardjo, sesungguhnya politik itu memiliki beberapa konsep pokok. Beberapa konsep pokok politik tersebut adalah : politik berkaitan dengan negara (state), kekuasaan (power), pengambilan keputusan (decision making), kebijaksanaan umum (public policy), pembagian (distribution) dan alokasi (alocation). Roger F.  Soltou mengatakan ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari negara, tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan itu, hubungan antara negara dengan warganegara, hubungan antara negara dengan negara lain.

Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi tingkah laku orang lain atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari si pemilik pengaruh.  Harold D. Lasswel dan A. Kaplan mengatakan ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan.  Sementara W. A Robson mengatakan politik sebagai ilmu yang mempelajari kekuasaan dalam masyarakat yaitu hakikat, dasar, proses, ruang lingkup dan hasil-hasilnya. Fokus utamanya adalah tertuju pada perjuangan untuk mencapai dan mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasaan atau pengaruh atas orang lain atau menentang pelaksanaan kekuasaan itu.

  1. Teori Politik

Konsep politik lahir dalam pikiran (mind) manusia dan bersifat abstrak. Konsep digunakan dalam menyusun generalisasi abstrak mengenai beberapa phenomena, yang disebut sebagai teori. Berdasarkan pengertiannya, teori politik bisa diakatakan sebagai bahasan dan generalisasi dari phenomena yang bersifat politik.

Menurut Thomas P. Jenkin dalam The Study of Political Theory, teori politik dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Norms for political behavior, yaitu teori-teori yang mempunyai dasar moril dan norma-norma politik. Teori ini dinamakan valuational (mengandung nilai). Yang termasuk golongan antara lain filsafat politk, teori politik sistematis, ideologi, dan sebagainya.

Teori-teori kelompok (a) dibagi menjadi tiga golongan :

  1. Filsafat politik (political philosophy), yaitu mencari penjelasan berdasarkan ratio. Pokok pikiran dari filsafat politik ialah persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta harus dipecahkan dulu sebelum persoalan-persoalan politik yang kita alami sehari-hari dapat ditanggulangi.

  1. Teori politik sistematis (systematic political theory), yaitu mendasarkan diri atas pandangan-pandangan yang sudah lazim diterima pada masanya. Dengan kata lain teori ini hanya mencoba merealisasikan norma-norma dalam suatu program politk.

  2. Ideologi politik (political ideology), yaitu himpunan nilai-nilai, ide, norma, kepercayaan dan keyakinan, yang dimiliki seorang atau sekelompok orang, atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politk yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah lakunya.

b. Teori-teori politik yang menggambarkan dan membahas phenomena dan fakta-fakta politk dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai (non valuational), atau biasa dipakai istilah “value free” (bebas nilai). Biasanya bersifat deskriptif dan berusaha membahas fakta-fakta politk sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasi-generalisasi.

  1. Fenomena Politik

Fenomena politik yang sedang hangat-hangatnya diberitakan dan membuat buah bibir masyarakat dari berbagai kalangan adalah peristiwa menjelang pemilihan umum Kepala Daerah DKI Jakarta. Berbagai cara-cara baru berkampanye menandai berpijaknya bngsa ini menuju transpolitik dengan politik virtualisasinya. Mulai dari games on line yang secara tersirat memberi tahukan tentang program-program caln gubernur hingga video kampanye yang diunggah di jejaring sosial membuat semakin berwarnanya pemilihan umum gubernur DKI Jakarta kali ini. Dalam politk virtualisasi ini jelas, siapa yang pandai memberikan citra yang baik pada masyarakat akan memenangkan pemilu ini. Ketika putaran pertama berlangsung calon gubernur dan wakil gubernur Jokowi-Ahok mengungguli suara atas calon gubernur yang sedang menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dengan wakilnya Nachrowi Ramli. Lalu ketika putaran kedua dilakukan, kembali pasangan Jokowi-Ahok menang tipis atas Foke-Nara yang membuat pasangan Jokowi-Ahok menjadi gubernur dan wakil gubernur terpilih yang mengalahkan pasangan Foke-Nara. Kemenangan ini menandai perubahan sistem politik di bangsa ini, transpolitik, dengan politik virtualisasinya yang sangat efektif.

 

 

 

 

NEGARA

  1. Pengertian Negara

Negara adalah alat (agency) dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan hubungan manusia dalam masyarakat dan menertibkan gejala gejala kekuasaan dalam masyarakat. Dengan demikian negara dapat memaksakan kekuasaanya secara sah terhadap semua golongan masyarakat untuk menetapkan dan melaksanakan tujuan tujuan bersama. Oleh karena itu negara mempunyai dua tugas pokok, pertama; mengendalikan dan mengatur gejala kekuasaan yang a sosial, yaitu bertentangan satu sama lain agar tidak menjadi antagonisme membahayakan dan kedua; mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan -­ golongan ke arah tercapainya tujuan seluruh masyarakat.

  1. Asal Usul Negara

Asal mula terjadinya negara berdasarkan fakta sejarah

  1. Pendudukan (Occupatie)
Hal ini terjadi ketika suatu wilayah yang tidak bertuan dan belum dikuasai, kemudian diduduki dan dikuasai.Misalnya, Liberia yang diduduki budak-budak Negro yang dimerdekakan tahun 1847.
  1. Peleburan (Fusi)
Hal ini terjadi ketika negara-negara kecil yang mendiami suatu wilayah mengadakan perjanjian untuk saling melebur atau bersatu menjadi Negara yang baru. Misalnya terbentuknya Federasi Jerman tahun 1871.
  1. Penyerahan (Cessie)
Hal ini terjadi Ketika suatu Wilayah diserahkan kepada negara lain berdasarkan suatu perjanjian tertentu. Misalnya, Wilayah Sleeswijk pada Perang Dunia I diserahkan oleh Austria kepada Prusia,(Jerman).
  1. Penaikan (Accesie)
Hal ini terjadi ketika suatu wilayah terbentuk akibat penaikan LumpurSungai atau dari dasar Laut (Delta). Kemudian di wilayah tersebut dihuni oleh sekelompok orang sehingga terbentuklah Negara. Misalnya wilayah negara Mesir yang terbentuk dari Delta Sungai Nil.
  1. Pengumuman (Proklamasi)
Hal ini terjadi karena suatu daerah yang pernah menjadi daerah jajahan ditinggalkan begitu saja. Sehingga penduduk daerah tersebut bisa mengumumkan kemerdekaannya. Contohnya, Indonesia yang pernah di tinggalkan Jepang karena pada saat itu jepang dibom oleh Amerika di daerah Hiroshima dan Nagasaki.
  1. Unsur-unsur Negara

Negara sebagai organisasi pokok dari kekuasaan politik yang bertugas untuk menetapkan dan mencapai tujuan bersama,  memberikan pengertian bahwa negara dibentuk oleh beberapa unsur. Unsur unsur negara dapat diperinci,  sebagai berikut :

  1. Penduduk,yaitu semua orang yang berdomisili di suatu wilayah dan menyatakan diri ingin bersatu. Faktor penduduk yang perlu diperhatikan antara lain jumlah, karakteristik homogenitas dan masalah nasionalisme.

  2. Pemerintah, yaitu batas teritorial dari kekuasaan negara atas daratan, lautan dan udara di atasnya. Batas wilayah ini sering dijadikan ukuran dari besar kecilnya suatu negara dan kegiatan ekonomi yang dapat dilakukan.

  3. Pemerintah,merupakan organisasi utama yang bertindak menyelenggarakan kekuasaan negara fungsi fungsi, dan kebijakan mencapai tujuan negara. Kekuasaan pemerintah pada mumnya dibagi menjadi kekuasaan legislatif, kekuasaan eksekutif, dan kekuasaan yudikatif.

  4. Kedaulatan,merupakan kekuasaan tertinggi untak membuat undang­-undang dan melaksanakan dengan semua cara yang tersedia, termasuk dengan paksaan (internal sovereignty). Di samping itu kedaulatan juga diartikan kewajiban mempertahankan kemerdekaan atas serangan dari negara lain atau kemerdekaan dari dominasi negara lain secara otonom dan independen (external sovereignty).

  1. Tujuan dan Fungsi Negara

Negara sebagai asosiasi manusia yang hidup dan bekerjasama untuk mengejar tujuan bersama. Oleh karena itu tujuan negara menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya atau menurut Harold J Laski,menciptakan keadaan dimana rakyatnya dapat mencapai keinginan keinginan secara maksimal.

Tujuan negara Indonesia sebagai tercantum dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 adalah : ” Untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial” dengan berdasarkan kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusian yang Adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Tujuan suatu negara sangat tergantung dari ideologi yang dianut yang kemudian diterjemahkankedalam fungsi fungsi negara. Namun terlepas dari ideologinya,  maka negara harus menjalankan fungsi fungsi sebagai berikut :

  1. Fungsi  pengaturan dan ketertiban (law and order),yaitu negara harus bertindak sebagai stabilisator mencegah bentrokan  bentrokan kepentingan dalam masyarakat.

  2. Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran.

  3. Fungsi pertahanan dan keamanan, terutama untuk menjaga kedaulatan dan memberikan ketenangan masyarakat.

  4. Fungsi keadilan yang dilaksanakan melalui badan peradilan.

  1. Faktor faktor yang Mendukung Terlaksananya Fungsi fungsi Negara

Dalam melaksanakan fungsi fungsi negara sangat tergantung pada partisipasi politik warga negara dan mobilisasi sumber daya kekuatan negara. Namun demikian secara rinci faktor faktor yang mendukung terlaksananya fungsi fungsi negara adalah sebagai berikut :

  1. Sumber daya manusia, yaitu jumlah penduduk tingkat pendidikan, nilai budaya, dan kondisi kesehatan masyarakat.

  2. Teritorial negara, yang mencakup luas wilayah negara (darat, laut dan udara), letak geografis, dan situasi negara tetangga.

  3. Sumber daya alam, yaitu kondisi alam material bumi, berupa kandungan mineral, kesuburan tanah, kekayaan laut dan hutan.

  4. Kapasitas pertanian dan industri, tingkat budaya, usaha warga negara dalam, bidang pertanian, industri dan perdagangan, dan perkembangan tehnologi.

  5. Kekuatan militer dan mobilitasnya, yaitu kapasitas kekuatan yang mampu diterapkan untuk mewujudkan kekuasaan dalam mencapai tujuan negara.

  6. Elemen kekuatan yang tidak nyata, yaitu segala faktor yang mendukung tegaknya kedaulatan negara, berupa kepribadian dan kepemimpinan, efisiensi birokrasi, persatuan bangsa, dukungan internasional, reputasi bangsa, dsb.  

Categories: Tak Berkategori | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “TRIO DANU KUMBARA – 125120507111045

  1. Ping-balik: DAFTAR NAMA KELAS (A.POL.1) « The First Political Class

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: